Mengenal Rimpu Colo dan Rimpu Mpida, Tema Literasi Budaya di SDN 53 Oi Fo’o
Kota Bima - Suasana di SDN 53 Oi Fo’o tampak berbeda pada hari Rabu ini. Dalam rangka memperkuat karakter dan kecintaan terhadap kearifan lokal, sekolah mengadakan kegiatan Literasi Budaya rutin setiap hari Rabu. Pekan ini, kegiatan mengusung tema yang sangat kental dengan identitas daerah, yaitu "Keanekaragaman Budaya Bima".
Dipandu langsung oleh Ibu Nurnarida, S.Pd. selaku koordinator kegiatan, para siswa diajak untuk menyelami filosofi dan penggunaan busana tradisional kebanggaan masyarakat Bima, yakni Rimpu.
Mengenal Identitas Lewat Sehelai Kain
Ibu Nurnarida menjelaskan secara detail kepada seluruh siswa bahwa Rimpu bukan sekadar penutup tubuh, melainkan pakaian khas wanita Bima zaman dulu yang sarat akan nilai kesantunan. Dalam sesi literasi ini, siswa mempelajari dua jenis Rimpu yang memiliki makna berbeda berdasarkan status sosial penggunanya:
Rimpu Mpida (atau Rimpu Cili): Busana yang menutupi seluruh wajah kecuali mata. Jenis ini khusus dikenakan oleh wanita yang belum menikah (gadis).
Rimpu Colo: Busana yang memperlihatkan bagian wajah. Jenis ini dikenakan oleh wanita yang sudah menikah.
"Sangat penting bagi generasi muda, khususnya siswa SDN 53 Oi Fo’o, untuk mengetahui perbedaan ini agar warisan leluhur kita tetap terjaga kemurniannya," ujar Ibu Nurnarida di sela-sela penjelasannya.
Kuis Berhadiah dan Keseruan Belajar
Antusiasme siswa memuncak saat sesi interaktif dimulai. Untuk menguji pemahaman mereka, Ibu Nurnarida memberikan berbagai kuis menarik seputar materi yang baru saja disampaikan. Siswa yang berhasil menjawab dengan tepat mendapatkan hadiah spesial, yang membuat suasana belajar menjadi lebih ceria dan kompetitif secara positif.
Penutup yang Meriah
Kegiatan literasi ditutup dengan momen kebersamaan yang hangat. Seluruh siswa dan guru bernyanyi bersama salah satu lagu daerah Bima yang populer, "Dambe-Dambe". Melalui nada dan irama lagu daerah, diharapkan rasa bangga terhadap budaya Bima semakin tertanam kuat di hati sanubari para siswa sejak dini.