Kepala SDN 53 Oi Fo’o Tekankan Kedisiplinan Atribut dan Pembentukan Karakter Siswa dalam Upacara Senin
Kota Bima - Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama SDN 53 Oi Fo’o pada Senin pagi. Upacara bendera rutin yang diikuti oleh seluruh siswa dan tenaga pendidik kali ini membawa pesan kuat mengenai kedisiplinan dan komitmen dalam membentuk karakter generasi muda.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala Sekolah SDN 53 Oi Fo’o, Ibu Nurwahidah, S.Pd., memberikan arahan tegas namun edukatif kepada seluruh peserta upacara. Dalam amanatnya, beliau menekankan bahwa kedisiplinan dimulai dari hal-hal kecil, salah satunya adalah kerapian berpakaian.
Disiplin Sebagai Fondasi Karakter
Ibu Nurwahidah meninjau langsung kelengkapan atribut siswa, mulai dari seragam yang bersih, sepatu, hingga penggunaan dasi dan topi yang sesuai aturan. Menurutnya, pakaian bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan ketaatan pada tata tertib sekolah.
"Disiplin itu sangat penting. Kita harus taat dan patuh kepada aturan yang ada. Jika anak-anakku sudah disiplin sejak sekarang, maka karakter akan terbentuk dan kalian akan tumbuh menjadi pribadi yang selalu berkomitmen," ujar Ibu Nurwahidah di hadapan para siswa.
Beliau juga mengingatkan pentingnya fokus saat upacara berlangsung. Seluruh warga sekolah diminta untuk meninggalkan sejenak pekerjaan lain ketika sirine upacara telah berbunyi agar prosesi dapat berjalan dengan khidmat.
Inovasi Petugas Upacara: Bergilir dari Kelas 1 hingga 6
Ada yang berbeda dalam kebijakan baru yang ditekankan oleh Kepala Sekolah. Beliau menginstruksikan agar petugas upacara ke depannya dilakukan secara bergantian, tidak hanya didominasi oleh kelas tinggi.
Petugas Upacara: Akan digilir mulai dari siswa kelas 1 hingga kelas 6.
Pembina Upacara: Akan dilakukan secara bergantian oleh wali kelas masing-masing.
"Jangan takut salah. Kita harus terus berlatih supaya ke depannya lebih baik lagi. Mari kita coba dan jangan kalah sebelum berperang. Kita tunjukkan bahwa setiap kelas mampu mengemban tugas dengan baik," tambahnya memberi semangat.
Penutup yang Hangat
Kegiatan upacara diakhiri dengan pesan motivasi agar siswa terus berproses menjadi lebih baik setiap minggunya. Setelah barisan dibubarkan, acara ditutup dengan tradisi salaman bersama antara siswa dan guru. Momen ini mempererat silaturahmi sebelum para siswa masuk ke kelas masing-masing untuk memulai kegiatan belajar mengajar.